
TEMPO.CO, Jakarta – Peneliti Senior di bidang politik internasional dan kebijakan luar negeri di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dewi Fortuna Anwar, menilai langkah Indonesia dalam mengemban keketuaan di ASEAN sudah berjalan dengan tepat, termasuk dalam menangani krisis Myanmar. Namun, sikap RI dalam menanggapi kekerasan mematikan yang terjadi di negara itu belum cukup.
Dewi mengatakan, Indonesia perlu mengeluarkan dua kecaman. Satu sebagai Presiden Blok Asia tenggara, dan sebagai Indonesia. “Kita tak bisa menerima tindakan barbar pelanggaran HAM berat negara lain apalagi sesama tetangga, anggota ASEAN,” katanya saat dihubungi Tempo pada Kamis, 13 April 2023.